sederhana
Sederhana. Seperti itulah kehidupan, Keseluruhannya adalah pelajaran, kesemuanya fatamorgana, penuh dinamika dan berubah ubah mengikuti desiran waktu yang beriak.
Rabu, 28 Desember 2011
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Untuk mu wahai calon makmumku yang tertulis di " LAUHUL MAHFUDZ "...
Duhai Calon ''Makmum''ku ...
Apa kabar engkau disana ?
siapapun engkau ...
Semoga ALLAH senantiasa memberikan kesehatan kepadamu dan semoga kekuatan iman dan taqwa selalu melekat di dalam hatimu ...
Calon "makmum"ku ...
Aku tau ALLAH menunda waktu kita tuk bersama ...
ALLAH hanya memberi jeda tuk kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti ...
Bersama dalam satu atap dalam satu hati ...
Mengertilah calon makmumku ...
Aku mencintaimu ...
Aku membutuhkanmu ...
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini ...
Namun aku percaya ALLAH akan mencintaimu slalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani ...
Duhai Calon ''Makmum''ku ...
Jika memang kita berjodoh ALLAH pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita di dalam hatiku dan di dalam hatimu dan jika memang kita tidak berjodoh ... ALLAH pasti sedang merencanakan yg terbaik untuk kita karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan ...
ku serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu kepada Yang Maha Memberi dan Memilikinya
biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya karena ku ingin menjaga cintaku hanya untuk yang halal ...
Calon "makmum"ku ...
Aku tak menuntut banyak darimu ...
Aku tak memaksamu tuk membalas cintaku sekarang ...
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu ...
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa ...
Calon "makmum"ku ...
Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini ...
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu ...
Yang memberikan nafas kehidupan ...
yang memberikan sempat padam tuk dapat berkarya ... yang menjadikan itu ibadahmu ...
Calon "makmum"ku ...
Aku terus menanti saat itu ...
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy ...
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada ALLAH Subhanahu wata'ala ...
Saat kau merangkulku erat ...
Menuntunku menuju amanah ALLAH tuk mendampingmu ...
Menuntunku tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu ...
Calon "makmum"ku ...
Hati ini akan selalu untukmu ...
Akan selalu kujaga untukmu ...
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan ...
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti
Calon "makmum"ku ...
Mungkin saat kau baca ini hatimu tak terketuk sama sekali
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan ...
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku ...
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini ...
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu ...
Bagaimanapun itu ... aku hanya berharap ...
ALLAH senantiasa melindungmu ...
Senantiasa memelukmu ...
memudahkan langkahmu ...
Dan ALLAH akan membawamu padaku ...
saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku ...
Semoga ALLAH membuka jalan kemudahan itu calon makmumku ...
Jaga diri baik-baik calon makmumku ...
Aku merindukanmu ...
Akan kujaga baik-baik hati dan diriku hingga takdir mempertemukan kita kelak ...
Jadilah " BINTANG" halal buatku ...
" aku belum tentu menikah dengan orang yang aku cintai ... tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat "
Ya ALLAh ...
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya ...
Ya ALLAH ...
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur
kepadaMu... امين يا رب العالمين
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ya Allah...Seandainya telah Engkau catatkan...Dia milikku tercipta buatku...Satukanlah hatinya dengan hatiku...Titipkanlah kebahagiaan antara kami...Agar kemesraan itu abadi...
Ya Allah...Ya Tuhanku yang Maha Mengasihani...Seringkanlah
kami melayari hidup ini...Ketepian yang sejahtera dan abadi...Maka jodohkanlah kami...
Tetapi Ya Allah...Seandainya telah Engkau takdirkan Dia bukan milikku...Bawalah dia jauh daripada pandanganku...Luputkanlah dia dari ingatanku...Dan peliharalah aku dari kekecewaan...
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...Berikanlah aku kekuatan...Menolak bayangannya jauh ke dada langit...Hilang bersama senja yang merah...Agarku sentiasa tenang...Walaupun tanpa bersama dengannya...
Ya Allah yang tercinta...Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu...
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik untukku...Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini...
Ya Allah...Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku...Di dunia dan akhirat...Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang dhoif ini...Jangan Engkau biarkan aku sendirian...Di dunia ini maupun di akhirat...Menjerumuskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran...Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman...Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup...Ke jalan yang Engkau redhai...Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah...
Ya Allah...Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat...Dan periharalah kami dari azab api Neraka...
Amin...amin...Ya rabbal 'aalamin.
Ya Rabbi. . . .
Terima kasih atas cobaan yg Engkau berikan...
Cobaan yg Engkau berikan mendidik hamba untk bisa
menjadi pribadi yg tegar..
Cobaan yg Engkau berikan memberi hamba banyak pembelajaran...
Terima kasih ya Allah ...
Dengan Engkau berikan cobaan ini pertanda Engkau begitu menyayangi dan perhatian kpd hamba..
Hamba bahagia ya Allah..
Engkau ingin menjdikan hamba seorang pribadi yg tegar, lebih taat, lebih tawakkal ,dan lebih ikhlas. . .
Ya Allah. . . Subhanallah..
Engkau sangat mencintaiku ya Allah..
Dan aku juga sangat mencintai-Mu ya Rabb....
Ya Ilahi . . . .
Kunikmati segala cobaan dan kepedihan dalam hidup ini..
Ku coba untuk ikhlas atas apa yg Engkau karuniakan pada ku. . .
Karena ku tau . . .
Karena ku yakin dan percaya. .
Engkau sedang merajut kebahagiaan yg terbaik untukku dihari esok. .
Aku mencintai-Mu ya Rabb. . . :)
Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yg berhak di sembah kecuali ALLAH dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul utusan ALLAH
TERIMA KASIH YA ALLAH
Terima kasih atas hidup yang luar biasa ini..
Terima kasih atas detak jantung ini..
Terima kasih atas mata yang dapat melihat..
Terima kasih atas telinga yang dapat mendengar..
Terima kasih atas hati yang dapat merasa..
Terima kasih atas tangan yang dapat mengenggam..
Terima kasih atas kaki yang dapat berjalan..
Terima kasih atas mulut yang dapat berbicara..
Terima kasih atas orang tua yang bijak..
Terima kasih atas sahabat yang setia menemani..
Terima kasih atas adik-adik yang penuh semangat..
Terima kasih atas orang-orang yang mencintai..
Terima kasih atas saudara seperjuangan yang tak pernah letih..
Terima kasih atas makanan yang meredakan lapar..
Terima kasih atas selimut yang menghangatkan..
Terima kasih atas atap yang melindungi..
Terima kasih atas pakaian yang menutupi..
Terima kasih atas udara yang kuhirup..
Terima kasih atas tanah yang kupijak..
Terima kasih atas burung-burung yang berterbangan..
Terima kasih atas bintang-bintang yang indah..
Terima kasih atas matahari yang menyinari..
Terima kasih atas rasa cinta..
Terima kasih atas rasa sayang..
Terima kasih atas rasa kasih..
Terima kasih atas pengorbanan..
Terima kasih atas perjuangan..
Terima kasih atas air mata..
Terima kasih atas kesempatan untuk mengenal-Mu..
Terima kasih atas kesempatan untuk beribadah kepada-Mu..
Terima kasih atas kesempatan untuk berharap kepada-Mu..
Terima kasih atas kesempatan untuk bergantung kepada-Mu..
Terima kasih atas kesempatan untuk beramal sholeh..
Terima kasih atas segala yang tak pernah terucap..
Karena tak sanggup mulut ini mengucapkan syukurku yang tak terhingga.
Karena tak cukup pena ini menuliskan segala nikmat-Mu..
Karena tak cukup dunia ini melukiskan segala milik-Mu..
Karena Engkau begitu indah..
karena Engkau begitu sempurna..
Karena Engkau begitu mulia..
Karena Engkau begitu luar biasa....
Ampuni hambamu ini Ya RABB...
Tak pantas hambamu ini menghitung segala nikmat-Mu..
Hambamu ini hanya dapat meneteskan air mata...
Tertunduk tak berdaya di hadapan-Mu...
Jumat, 09 Desember 2011
HANYA KEIKHLASAN YANG DAPAT MENGALAHKAN
Hanya Keikhlasan Yang Dapat Mengalahkan
ikisahkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin oleh Al-Samarkandi, dari Ikrimah bahawa suatu ketika, seorang ahli ibadah melawati sebuah pohon. Dia tiba-tiba sangat marah kerana melihat orang-orang berduyun
menyembah pohon itu. Ia kembali ke rumahnya mengambil kapak dan kembali untuk menebang pohon itu.
Namun, di perjalanan ia dicegat iblis yang melarangnya menebang pohon itu. Ia berkeras bahawa pohon itu harus ditebang, kerana merupakan penyebab kesyirikan, menduakan Allah. Namun iblis terus mencegatnya hingga terjadi pergulatan. Dngan mudah ahli ibadah itu mengalahkan iblis yang
menyerupai manusia biasa.
Kerana kalah, iblis kemudian menawarkan dua dinar yang akan ditaruh di bawah bantal lelaki itu setiap harinya. Ia pun setuju. Beberapa hari berikutnya ia begitu menikmati dua dinar pemberian yang ditaruh di bawah bantalnya. Hingga di hari kesekian, seperti biasanya, lelaki itu terbangun, namun kali ini ia tidak menemukan apa-apa yang di bawah bantalnya.
“Kurang ajar,, aku telah ditipu, sekarang aku akan menebang pohon itu,” seru abid geram.
Di jalan ia kembali ditemui iblis dalam bentuk manusia itu seraya lagi bertanya, “Hendak kemanakah engkau?”
Dengan masih marah, lelaki ahli ibadah itu menjawab, “Aku akan menebang pohon yang disembah itu.” Iblis menukas, “Engkau berbohong, bukan kerana itu engkau hendak menebangnya.”
Abid terus melangkah untuk menebang pohon yang disembah orang itu, sehingga iblis itu marah dan membantingnya ke tanahlalu mencekiknya erat, seraya bertanya, Tahukah engkau, siapakah aku sebenarnya? Aku adalah iblis! Engkau datang pertama kali hendak menebang pohon itu kerana semata membela Allah sehingga aku tidak mempunyai cara untuk mengalahkanmu.
Lalu, aku perdaya engkau dengan dua dinar dan engkau tidak menebangnya. Kerana engkau sekarang datang kerana marah demi dua dinar itu maka aku dapat mengalahkanmu. Hanya dengan keikhlasan engkau dapt mengalahkanku.”
ikisahkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin oleh Al-Samarkandi, dari Ikrimah bahawa suatu ketika, seorang ahli ibadah melawati sebuah pohon. Dia tiba-tiba sangat marah kerana melihat orang-orang berduyun
menyembah pohon itu. Ia kembali ke rumahnya mengambil kapak dan kembali untuk menebang pohon itu.
Namun, di perjalanan ia dicegat iblis yang melarangnya menebang pohon itu. Ia berkeras bahawa pohon itu harus ditebang, kerana merupakan penyebab kesyirikan, menduakan Allah. Namun iblis terus mencegatnya hingga terjadi pergulatan. Dngan mudah ahli ibadah itu mengalahkan iblis yang
menyerupai manusia biasa.
Kerana kalah, iblis kemudian menawarkan dua dinar yang akan ditaruh di bawah bantal lelaki itu setiap harinya. Ia pun setuju. Beberapa hari berikutnya ia begitu menikmati dua dinar pemberian yang ditaruh di bawah bantalnya. Hingga di hari kesekian, seperti biasanya, lelaki itu terbangun, namun kali ini ia tidak menemukan apa-apa yang di bawah bantalnya.
“Kurang ajar,, aku telah ditipu, sekarang aku akan menebang pohon itu,” seru abid geram.
Di jalan ia kembali ditemui iblis dalam bentuk manusia itu seraya lagi bertanya, “Hendak kemanakah engkau?”
Dengan masih marah, lelaki ahli ibadah itu menjawab, “Aku akan menebang pohon yang disembah itu.” Iblis menukas, “Engkau berbohong, bukan kerana itu engkau hendak menebangnya.”
Abid terus melangkah untuk menebang pohon yang disembah orang itu, sehingga iblis itu marah dan membantingnya ke tanahlalu mencekiknya erat, seraya bertanya, Tahukah engkau, siapakah aku sebenarnya? Aku adalah iblis! Engkau datang pertama kali hendak menebang pohon itu kerana semata membela Allah sehingga aku tidak mempunyai cara untuk mengalahkanmu.
Lalu, aku perdaya engkau dengan dua dinar dan engkau tidak menebangnya. Kerana engkau sekarang datang kerana marah demi dua dinar itu maka aku dapat mengalahkanmu. Hanya dengan keikhlasan engkau dapt mengalahkanku.”
Senin, 28 November 2011
Takdir: Rezeki, Jodoh dan Kematian
Epilogue :
Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, saya ingatkan bahwa tulisan ini mungkin agak panjang, dan mungkin akan bikin mikir-mikir juga…mungkin loh…hehehe…soalnya, saya juga bikinnya mikir habis-habisan. Harap dipahami bahwa tulisan berikut ini bukan untuk menyesatkan orang lain…(serem amat, pake menyesatkan segala…)…tapi, tulisan ini hanya gambaran dari pemahaman saya terhadap Tema yang saya angkat. Pemahaman berdasarkan perenungan dan pemikiran yang selama ini saya lakukan, jadi selama hayat masih dikandung badan, tentunya akan selalu berubah jika memang ada koreksi atau informasi yang lebih kuat dan lebih benar. Selamat membaca…(mode PD : on)…:D
——————————————————————————
Tentang Takdir
Konsep takdir, selalu menjadi perdebatan dan pertanyaan banyak orang. Belakangan ini, saya cukup banyak menemukan pertanyaan atau pun diskusi-diskusi tentang takdir. Bagi Umat Islam, Takdir merupakan bagian daripada Aqidah, karena merupakan bagian daripada Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Karenanya, pemahaman tentang takdir ini sangat penting bagi seorang muslim. Sebab, pemahaman akan takdir ini akan menentukan arah dan sikap seorang muslim terhadap berbagai hal yang terjadi selama hidupnya. Karenanya, banyak juga ulama-ulama yang membahas konsep takdir ini dalam buku yang mereka buat.
Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh ALLAH. Golongan yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita pun memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.
Saya sendiri, jauh sebelum mengenal konsep takdir, memiliki pemahaman tersendiri berdasarkan hasil berfikir dan merenung. Dalam buku Pengajaran Agama Islam karya HAMKA, disebutkan bahwa arti Qadla itu adalah aturan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Jauh sebelum membaca buku tersebut, saya berfikir bahwa segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Buat saya, pemahaman terhadap Qadla dan Qadar itu sederhana saja. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa hukum sebab-akibat ini lah yang kemudian disebut dengan Sunatullah. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.
Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah mengatur kehidupan manusia ini seperti kita memainkan catur. Tidak seperti itu. Karenanya, saya tidak setuju dengan golongan yang pertama. Buat saya, campur tangan Allah itu ada pada aturan-aturan yang Dia buat. Dan kita, sebagai manusia, ada dalam aturan-aturan tersebut, sehingga kita pun tidak bebas sama sekali dari campur tangan Allah. Karenanya, saya pun tidak sepakat dengan golongan yang kedua. Lalu, aturan yang seperti apa kah yang sudah Allah tentukan ? Segala macam aturan. Tidak hanya tentang aturan bagaimana hidup yang benar, tapi juga aturan-aturan terhadap alam semesta. Umur, mati, sehat, sakit, tua, rusak, itulah aturan-aturan Allah.
Contoh sederhananya begini, kita tahu, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurang, inilah Qadla. Katakanlah, jika dulu tali tersebut sanggup menahan berat 200 Kg selama berjam-jam, maka sekarang tali tersebut hanya mampu menahan beban seberat 50 Kg, itupun kurang dari 2 jam, inilah Qadar. Masalahnya adalah, kita tidak pernah tahu berapa beban yang sanggup tali tersebut tahan dan berapa lama, yang kita tahu, bahwa tali tersebut sudah tua dan lapuk. Karenanya, jika ingin selamat dari kecelakaan, ketika mengangkat benda dengan tali, atau ketika kita bergelantungan dengan tali, adalah dengan menghindari penggunaan tali yang tua tersebut. Kita tidak bisa menantang aturan Allah dengan nekat menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali. Karenanya, ketika kita nekat menggunakan tali tersebut, kemudian kita celaka, tidak bisa kita mengatakan,”Ini adalah ujian dari Allah…”, tidak seperti itu. Karena, Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan. Karenanya, kita harus intorspeksi, tidak bisa kita menyalahkan Allah. Takdir kita celaka, karena perbuatan kita sendiri. Allah sudah tentukan Qadar pada tiap aturan tersebut. Karenanya, kita harus menggunakan akal kita untuk memahami aturan tersebut dan memilih ketika melakukan sesuatu.
Kematian pun mengikuti aturan ini. Contoh pada kasus bunuh diri. Bisa jadi, orang yang melakukan bunuh diri belum saat nya mati. Bisa jadi, Allah sudah menentukan hari kematiannya di waktu yang lain. Tapi, akan menjadi berantakan segala aturan yang ada jika kemudian, misalnya, ada orang yang mencoba bunuh diri dengan minum baygon sampai ber-galon-galon, atau mencoba memegang setrum tegangan tinggi selama berjam-jam, masih hidup juga, alasannya, karena Allah belum menentukan hari kematiannya saat itu. Tidak seperti itu. Allah tidak akan sekonyol itu. Allah memang sudah menentukan saat kematian seseorang, tapi Allah pun tidak akan membiarkan aturan yang Dia buat menjadi berantakan. Karenanya, orang tersebut “harus” mati, agar aturan Allah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun, sebetulnya, bukan saatnya dia mati. Karena itu lah, Allah melaknat orang-orang yang bunuh diri. Bayangkan, jika orang tersebut masih hidup, tentunya akan menyebabkan berbagai aturan kacau balau, ilmu pengetahuan menjadi berantakan, dan mungkin, akan ada ribuan orang yang mencoba minum baygon sebagai sarapan pagi….heu heu heu.
Kasus kecelakaan mobil atau motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ, kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.
Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada.
Dalam urusan Rezeki, Islam memerintahkan untuk bekerja keras. Ingin kaya, ya bekerja keras. Ingin urusan Rezeki lancar, carilah jalan masuknya rezeki yang baik. Karenanya, biasanya, urusan Rezeki ini berbanding lurus dengan besarnya Usaha, apa yang dikerjakan, dan pada siapa kita bekerja. Jadi, tidak bisa kita mengeluh, “Sudah kerja banting tulang, tapi masih kayak gini-gini aja (miskin)…”. Pertanyaannya adalah, apa yang dikerjakan ? Di mana bekerjanya? dan kerja pada siapa ? Kalau kerja keras siang malam, tapi hanya sebagai penarik becak, wajar saja kalau tidak kaya, karena memang pintu nya kecil. Kalau sebagai karyawan, wajar saja gajinya pas-pasan, karena besarnya gaji kita juga ditentukan oleh perusahaan. Tapi, kalau jadi seorang pembicara seminar, wajar saja bayarannya besar. Karenanya, urusan Rezeki sangat berhubungan dengan orang lain juga. Tapi, dunia ini membuktikan bahwa orang-orang yang sukses secara finansial adalah orang-orang yang tahu bagaimana dia harus bekerja, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu pada siapa dia harus bekerja. Tidak asal, “pokoknya gua kerja”. Dan untuk mencapai ke level itu, yang paling dominan adalah kerja keras dan pengetahuan tentang strategi mencari rezeki. Karenanya, agar rezeki menjadi lancar, kita pun harus mengkondisikan diri kita pada situasi yang memang memungkinkan kelancaran rezeki tersebut. Tidak bisa hanya tidur dan diam, lalu berkata, “kalau udah rezeki mah pasti datang sendiri…”. Karena itu, keadaan finansial kita sekarang merupakan hasil dari kerja kita diwaktu yang lalu. Kalau misalkan kita kerja selama ini tidak kaya-kaya juga, carilah tempat yang lain, atau pekerjaan yang lain. Tidak mungkin hanya diam saja di tempat tersebut. Kalau misalkan sampai saatnya mati belum kaya juga, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.
Meksipun ada juga kasus-kasus datangnya Rezeki dari arah yang “tidak bisa diduga”, tapi biasanya, hal tersebut juga terjadi dari usaha yang kita lakukan sebelumnya. Misalnya, kita sering menolong orang lain, atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagai rasa terima kasih, maka orang yang ditolong tersebut memberikan uang atau rezeki lainnya kepada kita. Itu pun, pada dasarnya, akibat usaha kita juga. Jarang sekali ada orang yang kaya akibat nemu duit 1 milyar di jalan. Kalau warisan, itu lain lagi, biasanya warisan tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang yang mewariskannya. Penerima waris hanya menerima hasilnya saja.
Nah, untuk urusan jodoh, memang “sepenuhnya” karena keputusan Allah. Biasanya, untuk kasus jodoh ini, campur tangan Allah dirasakan sangat besar. Karena, kadang, sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kalau memang orang yang kita incar tidak suka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, urusan hati ini, hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkannya, tentu saja dengan caraNya yang terkadang tidak bisa kita mengerti. Tapi, tetap saja, orang-orang yang berikhtiar lebih keras, cenderung lebih cepat mendapatkan jodohnya daripada orang-orang yang menunggu datangnya jodoh. Karenanya, kita pun harus introspeksi diri, seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan jodoh tersebut…
Lalu, apa fungsinya Do’a ? Nah, Do’a adalah harapan terhadap kondisi ideal yang kita inginkan dan kita minta kepada Allah. Salah satu alasan mengapa Do’a tidak langsung dikabulkan adalah karena Allah lebih mengetahui kondisi kita yang sebenarnya daripada kita sendiri. Karenanya, agar Do’a kita terkabul, sering kali Allah menyiapkan kondisi kita terlebih dahulu. Caranya, mungkin melalui kemantapan hati ketika mengambil suatu keputusan, atau rasa gelisah ketika akan melakukan sesuatu yang salah, yang jelas, bentuk pengabulan do’a ini sangat jarang sekali yang langsung. Misalkan, kita ingin menjadi orang yang sholeh, kemudian kita berusaha untuk mencari lingkungan yang baik agar kita bisa menjadi sholeh. Nah, dalam pencarian itulah, biasanya Allah menolong kita, misalnya dengan memberikan rasa tenang ketika kita bertemu orang-orang yang sholeh, atau ketika berada di lingkungan tersebut, sehingga kita merasa betah berada disana, dan pada akhirnya, karena sering bergaul, pelan-pelan kita pun menjadi orang yang sholeh. Tidak ujug-ujug jadi sholeh, bisa hancur dunia persilatan. Allah hanya memberikan tuntunan, melalui sinyal-sinyal yang dia berikan, keputusan tetap ada pada kita. Jadi, Allah tidak memperlakukan kita seperti bidak catur…”Kamu, ke sini aja ya…? biar ntar ke neraka….” , “Nah, kamu kesana aja…supaya masuk surga..”…Saya kira tidak begitu. Hal tersebut tentu saja tidak adil, percuma saja kita hidup kalau misalkan Allah sudah menentukan “Kamu masuk Surga…”, “Kamu masuk Neraka…”. Dan untuk apa ada penghisaban di akhirat kalau jelas-jelas kita masuk neraka atau surga.
Dalam buku HAMKA tersebut, dijelaskan bahwa salah satu kemunduran umat Islam, dan menurut saya bangsa Indonesia juga, adalah menghindari Takdir, bukan menghadapinya. Kalau ingin kaya, aturannya bekerja keras, bukan diam atau malas-malasan, sementara kita lebih banyak bermalas-malasan, wajar kalau tidak kaya. Orang yang menghadapi takdir adalah mereka yang bekerja keras, sedangkan yang menghindari adalah mereka yang bermalas-malasan. Jadi,memang benar kalau segala yang baik itu datangnya dari Allah, karena Dia sudah menentukan segala sesuatunya dengan baik, kalau kita mengikuti dan memahami aturan-aturan yang ada, kita akan menemukan takdir yang baik. Sementara segala macam bencana, kecelakaan pada dasarnya memang hasil perbuatan dan kelalaian manusia juga. Contoh, banjir bandang, logikanya, banjir tersebut tidak perlu terjadi,jika hutan-hutan yang ada mampu menahan dan menyerap air tersebut. Tapi, karena hutan tersebut gundul, mengalirlah air tersebut tanpa hambatan, terjadilah banjir bandang. Siapakah yang menggundulinya ? Manusia juga. Jadi, bentuk “teguran” yang terjadi, biasanya sesuai atau akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia.
Fenomena-fenomena alam yang terjadi juga, pada dasarnya adalah sunnatullah agar alam semesta ini tetap stabil. Gempa Bumi, letusan gunung merapi, dan lain-lain. Hanya saja, mungkin, pada saat itu Allah benar-benar “turun tangan” agar manusia tidak sombong dan lalai. Contoh pada kasus Tsunami di Aceh, mungkin yang terjadi pada saat itu bukan hanya semata-mata fenomena alam biasa, tapi mungkin memang Allah memberikan teguran secara langsung. Meskipun, secara ilmiah, masih bisa dijelaskan.
Intinya, campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili” oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Allah benar-benar mengambil alih dan “menyentil” kehidupan kita dengan caranya yang tidak bisa kita pahami.
Jadi, selamat menentukan arah takdir …
Wallahualam,
Selasa, 15 November 2011
indahnya sebuah do'a :)
Ya Allah, Aku berdoa untuk seorang yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untukMU.
Seorang yang mempunyai kelembutan hati yang penuh cinta & haus akan rahmatmu
Seorang yang memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu. Yang selalu menentramkan hatiku
Seorang yang mengetahui untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia.
Seorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati diriku.
Seorang yang tidak hanya menyukaiku tetapi Ia juga menasehatiku ketika aku khilaf & salah
Seorang yang mencintaiku bukan karena Bentuk fisikku tetapi karena hatiku.
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi-situasi dalam hidupku
Seorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta: Buatlah aku menjadi seorang yang dapat membuat kekasihku itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kelembutanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untukMU.
Seorang yang mempunyai kelembutan hati yang penuh cinta & haus akan rahmatmu
Seorang yang memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu. Yang selalu menentramkan hatiku
Seorang yang mengetahui untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia.
Seorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati diriku.
Seorang yang tidak hanya menyukaiku tetapi Ia juga menasehatiku ketika aku khilaf & salah
Seorang yang mencintaiku bukan karena Bentuk fisikku tetapi karena hatiku.
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi-situasi dalam hidupku
Seorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta: Buatlah aku menjadi seorang yang dapat membuat kekasihku itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kelembutanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
ukhty
Duhai ukhti Sholehah
Berbahagialah engkau..
Karena engkau begitu berharga dan dicintai..
Kau tak perlu berlomba
Berhias diri dan menebar pesona
Kepada lelaki buaya
Cantikmu adalah taQwa..
Bukan bergaya menggoda..
Indahmu adalah akhlaq Mulia..
Bukan berbusana terbuka...
Kau tak perlu risau
Ketika usia tak lagi muda
Karena Cantikmu tak akan pudar..
Tak seperti Make-up tebal !!
Berbahagialah engkau..
Karena engkau begitu berharga dan dicintai..
Kau tak perlu berlomba
Berhias diri dan menebar pesona
Kepada lelaki buaya
Cantikmu adalah taQwa..
Bukan bergaya menggoda..
Indahmu adalah akhlaq Mulia..
Bukan berbusana terbuka...
Kau tak perlu risau
Ketika usia tak lagi muda
Karena Cantikmu tak akan pudar..
Tak seperti Make-up tebal !!
open your eye
~* Luruh Dalam Tatapan *~
Setiap pertemuan telah dirancang Allah dengan indah
Pertemuan yang kan mengikat hati anak manusia
Pertemuan yang mampu mengetarkan sanubari terdalam..
Pertemuan...
Siang tadi di tengah padatnya lalu lintas..
Saat menunggu lampu hijau kembali hadir
Tiba-tiba...
Tatapan itu...
Tatatapan yang menyentuh
Dari sepasang mata yang teduh..
Tak kuasa rasanya hati tuk menghindarinya..
Seakan mata itu bagai magnet sehingga tak bisa lepas
Ya lepas dari pandangan
Dari sepasang mata yang teduh
Dari tatapan itu tergambar betapa masih lugu hati pemiliknya
Tatapan yang haus akan kasih sayang..
Tatapan penuh harapan..
Harapan tuk esok hari yang lebih baik..
"terima kasih kak" hanya itu yang terucap dari bibir mungilnya..
Dengan mata berbinar ia terima rupiah demi rupiah dari para penumpang..
Dik, sungguh berat hidup yang harus engkau jalani...
Semoga Allah kan selalu menjagamu
Saat tatapan itu bergerak menjauh...
Hanya mampu terucap.."dik, tetap semangat ya..."
Setiap pertemuan telah dirancang Allah dengan indah
Pertemuan yang kan mengikat hati anak manusia
Pertemuan yang mampu mengetarkan sanubari terdalam..
Pertemuan...
Siang tadi di tengah padatnya lalu lintas..
Saat menunggu lampu hijau kembali hadir
Tiba-tiba...
Tatapan itu...
Tatatapan yang menyentuh
Dari sepasang mata yang teduh..
Tak kuasa rasanya hati tuk menghindarinya..
Seakan mata itu bagai magnet sehingga tak bisa lepas
Ya lepas dari pandangan
Dari sepasang mata yang teduh
Dari tatapan itu tergambar betapa masih lugu hati pemiliknya
Tatapan yang haus akan kasih sayang..
Tatapan penuh harapan..
Harapan tuk esok hari yang lebih baik..
"terima kasih kak" hanya itu yang terucap dari bibir mungilnya..
Dengan mata berbinar ia terima rupiah demi rupiah dari para penumpang..
Dik, sungguh berat hidup yang harus engkau jalani...
Semoga Allah kan selalu menjagamu
Saat tatapan itu bergerak menjauh...
Hanya mampu terucap.."dik, tetap semangat ya..."
Bismillah
Duhai ukhty,
Berjalanlah dengan penuh harapan
Walau hidup tak selalu bahagia
Tebarkan satu Senyuman
Walau hatimu tak mampu bertahan...
Walau diri terluka...
Berhenti memberi alasan...
Walau ingin menyatakan Kebenaran..
Hiduplah dalam Iman,
Walau hari dipenuhi dugaan
dan berpeganglah kepada Allah,
Walau Dia tidak Kelihatan
Bukti lahirnya...
Kita wujud di Dunia,
Yang hanya pinjaman ini
Ada sebab apabila berlaku sesuatu perkara dan
Yakinlah Allah menguji setiap hambaNya
Yang mengaku Beriman kepadaNya
Jangan terlalu banyak berhayal,
Untuk menjadi yang terbaik karena..
Hidup tidak semudah itu..
Moga lelahmu dihargai Illahi,
Walau dicemooh Insani..
Duhai ukhty,
Berjalanlah dengan penuh harapan
Walau hidup tak selalu bahagia
Tebarkan satu Senyuman
Walau hatimu tak mampu bertahan...
Walau diri terluka...
Berhenti memberi alasan...
Walau ingin menyatakan Kebenaran..
Hiduplah dalam Iman,
Walau hari dipenuhi dugaan
dan berpeganglah kepada Allah,
Walau Dia tidak Kelihatan
Bukti lahirnya...
Kita wujud di Dunia,
Yang hanya pinjaman ini
Ada sebab apabila berlaku sesuatu perkara dan
Yakinlah Allah menguji setiap hambaNya
Yang mengaku Beriman kepadaNya
Jangan terlalu banyak berhayal,
Untuk menjadi yang terbaik karena..
Hidup tidak semudah itu..
Moga lelahmu dihargai Illahi,
Walau dicemooh Insani..
Langganan:
Komentar (Atom)






